Lepas Bebas
Salah satu hal yang saya pelajari dari pendidikan SMA yang berbasis Jesuit adalah mengenai spiritualitas Ignatian. Dan salah satu inti dari spiritualitas Ignatian adalah bersikap lepas bebas. Apa itu sikap lepas bebas? Hal ini terungkap jelas dalam Latihan Rohani pasal 23:
Manusia diciptakan untuk memuji, menghormati serta mengabdi Allah Tuhan kita, dan dengan itu menyelamatkan jiwanya. Ciptaan lain di atas permukaan bumi diciptakan bagi manusia, untuk menolongnya dalam mengejar tujuan ia diciptakan. Karena itu manusia harus mempergunakannya sejauh itu menolong untuk mencapai tujuan tadi, dan harus melepaskan diri dari barang-barang tersebut, sejauh itu merintangi dirinya. Sebab itu kita perlu mengambil sikap lepas bebas terhadap segala barang ciptaan, asal itu terserah pada kemerdekaan kehendak bebas kita, lagipula bukan hal yang terlarang.Begitulah, hingga dari pihak kita, kita tidak menghendaki kesehatan melebihi sakit, kekayaan melebihi kemiskinan, kehormatan melebihi penghinaan, hidup panjang melebihi hidup pendek, dan begitu seterusnya mengenai hal lain.Kita akan menginginkan dan memilih apa yang lebih membimbing ke arah tujuan kita diciptakan...Sungguh suatu konsep yang indah dan juga.. menantang :) Bagiku, sikap lepas bebas amat menarik. Karena pada dasarnya, dengan bersikap lepas bebas - kita akan bersikap netral terhadap apapun. Jika suatu hal merintangi tujuan akhir kita, maka kita harus dan sudah selayaknya melepaskannya. Karena itu hanya akan menjadi batu sandungan bagi perjalanan hidup kita. Lepas Bebas. AMDG.